Khazanahalquran.com – Istilah “bertemu dengan Allah” sering kali digunakan dalam Al-Qur’an. Seperti firman Allah swt,

مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيم

“Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.al-Ankabut:5)

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

“Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS.al-Kahfi:110)

Dan ayat-ayat lain yang senada dengan dua ayat diatas.

 

Lalu apa yang dimaksud dengan Liqo’ullah (bertemu dengan Allah)?

Jelas pertemuan dengan Allah bukanlah bertemu secara fisik yang bisa dirasakan oleh indera kita. Karena Allah tidaklah berbentuk, tidak terbatas dengan ruang dan tidak terlihat oleh mata.

Pertemuan dengan Allah adalah disaat kita menyaksikan agungnya kekuasaan-Nya. Melihat balasan pahala ataupun siksa-Nya, serta melihat kenikmatan dan adzab-Nya di hari kiamat. Seperti yang disebutkan oleh para ahli tafsir.

Pendapat lain menyebutkan bahwa pertemuan dengan Allah adalah menyaksikan-Nya secara batin atau dengan hati. Karena ada sebagian mamusia yang sampai pada derajat “melihat Allah dengan mata hatinya” seakan Allah berada dihadapan-Nya. Sehingga tidak ada keraguan sedikitpun didalam hatinya.

Kondisi semacam ini dapat diraih oleh orang-orang yang bertakwa, beribadah serta mensucikan dirinya dari cinta dunia.

Sayyidina Ali bin Abi tholib pernah ditanya oleh sahabatnya, “Apakah engkau melihat Tuhanmu?”

Beliau menjawab, “Apakah aku akan menyembah sesuatu yang tidak ku lihat?”

Sahabat itu merasa bingung dan meminta penjelasan dari beliau. Kemudian beliau pun menjelaskan,

“Mata tidak akan mampu untuk melihatnya, namun hati bisa menyaksikannya dengan keimanan.”

Pada akhirnya semua orang akan menyaksikan agungnya kekuasaan Allah di hari kiamat. Disaat itu mereka semua akan beriman kepada Allah karena semua hakikat telah tampak dihadapannya.

Namun keberuntungan hanya milik mereka yang beriman kepada Allah sejak didunia dan menjalakan perintah serta menjauhi larangan-larangan-Nya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hari pertemuan dengan Allah swt.

Komentar

LEAVE A REPLY