Macam-Macam Propaganda Musuh untuk Melemahkan Kebenaran

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَا سَبَقُونَا إِلَيْهِ ۚ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ

“Dan orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Sekiranya Al-Qur’an itu sesuatu yang baik, tentu mereka tidak pantas mendahului kami (beriman) kepadanya.” Tetapi karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata, “Ini adalah dusta yang lama.” (QS.Al-Ahqaf:11)

Ayat ini mengajarkan beberapa pelajaran penting untuk kita. Salah satunya adalah sebuah fenomena menarik, bahwa orang-orang kafir yang menolak kebenaran menjadikan diri mereka sebagai barometer antara hak dan batil. Mereka ingin menjelaskan kepada masyarakat, apabila kebenaran itu benar maka pasti kami adalah yang pertama mengikutinya. Ketika kami menolak dan menentang maka pasti itu bukanlah kebenaran.

Mereka sering menganggap diri mereka lebih pandai dan lebih pantas untuk menentukan mana yang haq dan mana yang batil. Seakan mereka lah orang-orang yang paling bersih dan paling berilmu.

Ayat ini juga menjelaskan bahwa propaganda melalui media untuk menentang dan melemahkan Islam bukanlah hal yang baru. Cara-cara ini telah ada dari zaman dahulu. Dan cara-cara kotor seperti fitnah dan pemutarbalikan fakta adalah senjata andalan mereka sejak lama.

Mereka memiliki berbagai metode untuk menyerang Islam. Bermacam propaganda disebarkan demi melemahkan Islam dan kaum muslimin. Salah satunya adalah penggiringan opini semacam ini,

1. Kalau itu benar pasti kami adalah orang pertama yang mengikutinya.

2. Kenapa yg menerima Al-Qur’an adalah Muhammad? Bukan manusia lain yang “lebih pantas”.

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

Dan mereka (juga) berkata, “Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?” (QS.Az-Zukhruf:31)

3. Kenapa nabi dari manusia bukan dari malaikat.

4. Kenapa nabi keluar masuk pasar dan makan seperti manusia biasa?

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ

Dan mereka berkata, “Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?” (QS.Al-Furqan:7)

Dan masih banyak lagi propaganda dan fitnah yang selalu mereka sebarkan.

Seorang muballigh yang ingin menyebarkan kebenaran, tidak cukup hanya mampu menyampaikan kebenaran tersebut. Namun ia juga harus pandai menyampaikan strategi apa yang digunakan musuh untuk menyerang Islam. Agar pengetahuan ini menjadi pegangan untuk mereka dalam mempertahankan keimanan.

Pada akhir ayat ini, setelah mereka menganggap apa yang dibawa nabi itu tidak benar, langkah selanjutnya adalah menuduh bahwa ini adalah sesuatu bohong dan keliru.

Yang menarik, ternyata membenci kebohongan adalah fitrah dan naluri manusia. Karena itu ketika mereka menentang kebenaran yang dibawa Rasul, mereka segera menuduh kebenaran sebagai sesuatu yang bohong. Agar masyarakat antipati terhadap apa yang disampaikan dari sang pembawa kebenaran.

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY