Khazanahalquran.com – Disebutkan dalam kitab-kitab sejarah seperti A’lamul Qur’an, Qisosul Qur’an dan kitab lainnya bahwa Nabi Ibrahim as lahir di Irak, tepatnya di kota Babel. Peristiwa kelahiran beliau mirip dengan kejadian di masa Nabi Musa as.

Dikisahkan bahwa Ahli Nujum dizaman itu mengabarkan kepada Namrud bahwa akan lahir seorang anak lelaki yang akan mengganggu kerajannya. Akhirnya, banyak bayi lelaki yang terbunuh oleh tangan bengis kerajaan Namrud.

Sementara ibu dari Nabi Ibrahim harus bersembunyi di gua selama lebih dari 10 tahun untuk menyelamatkan putranya. Setelah beranjak dewasa, anak yang telah dipersiapkan sebagai pahlawan tauhid ini mulai membicarakan tentang Tauhid dan Ke-Esaan Allah swt.

Karena beliau hidup diantara lingkungan penyembah berhala. Dari sinilah muncul banyak dialog dan perdebatan beliau dengan keluarga dan kaumnya yang musyrik. Bahkan, Raja Namrud pun berulang kali mati kutu ketika menghadapi dalil-dalil dari Nabi Ibrahim as. Sesuai dengan Firman Allah swt,

وَتِلْكَ حُجَّتُنَا آتَيْنَاهَا إِبْرَاهِيمَ عَلَى قَوْمِهِ -٨٣-

“Dan itulah dalil Kami yang Kami Berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya.” (Al-An’am 83)

 

Salah satu dialog Nabi Ibrahim yang diabadikan oleh Al-Qur’an terjadi ketika para penyembah berhala memberi sesajen di hari-hari tertentu. Allah Menceritakan kisah ini dalam Firman-Nya,

فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ -٩١- مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ -٩٢-

Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?” Mengapa kamu tidak menjawab?” (As-Shaffat 91-92)

Beliau ingin menyadarkan bahwa patung-patung itu tak mampu melakukan apa-apa. Tidak akan pernah memberi manfaat sedikit pun. Bahkan untuk makan saja tak bisa.

Pada waktu yang lain, Nabi Ibrahim pernah berdialog dengan Namrud. Raja yang sombong ini bertanya kepadanya, “Siapa tuhanmu?”

Beliau menjawab, “Tuhanku adalah yang Menghidupkan dan Mematikan.”

Namrud berkata, “Aku pun bisa menghidupkan dan mematikan.”

Lalu ia memanggil dua orang yang mendapatkan vonis hukuman mati. Yang satu dibunuh dan yang satunya dimaafkan. “Lihatlah, aku mematikan yang satu dan menghidupkan yang lain.” kata Namrud.

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Ibrahim menjawab, “Wahai Namrud, jika engkau benar-benar mampu menghidupkan dan mematikan. Coba kau hidupkan kembali seseorang yang telah kau bunuh tadi !”

Akhirnya Ibrahim beralih kepada topik yang lain karena menganggap Namrud tidak mengerti arti menghidupkan dan mematikan, ia pun berkata “Tuhanku menerbitkan matahari dari timur ke barat. Jika kau mampu, coba terbitkan matahari dari arah barat !”

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَآجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رِبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِـي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِـي وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ -٢٥٨-

“Tidakkah kamu memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim mengenai Tuhan-nya, karena Allah telah Memberinya kerajaan (kekuasaan). Ketika Ibrahim berkata,“Tuhan-ku ialah Yang Menghidupkan dan Mematikan,” dia berkata, “Aku pun dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata, “Allah Menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat.” Maka bingunglah orang yang kafir itu. (Al-Baqarah 258)

Komentar

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY