Tentukan Pilihanmu dengan Dalil yang Kokoh !

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

“Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya?” (QS.Muhammad:14)

Setiap nabi datang dengan dalil dan argumentasi yang jelas dan kokoh. Tak ada satupun yang mampu mengelak kebenaran yang dibawa oleh mereka. Sebagaimana setiap sabda yang disampaikan oleh Rasulullah saw selalu dengan dalil yang kuat.

Allah swt berfirman kepada Rasulullah saw,

قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي

Katakanlah (Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur’an) dari Tuhanku.” (QS.Al-An’am:57)

Karena itu setiap mukmin harus memiliki sandaran atau bukti yang kuat atas keyakinannya. Bukan hanya dengan ikut-ikutan atau karena paksaan.

Karena mereka yang menolak kebenaran pasti tidak punya bukti atas penolakan mereka. Penolakan itu muncul atas dorongan hawa nafsu dan kepentingan semata.

Dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan mengikuti keinginannya..

Maka hanya ada dua pilihan dihadapan kita. Mengikuti dalil yang jelas atau terbawa dengan ego dan hawa nafsu. Mengikuti kebenaran dengan dalil yang kokoh atau keburukan yang tak memiliki sandaran.

Karena pada dasarnya, fitrah manusia membenci keburukan dan ingin lari darinya. Karena itu jika seseorang sampai melakukan sebuah keburukan, itu dapat terjadi karena keburukan itu sedang dihias menjadi indah. Sehingga dirinya terdorong untuk melakukan sesuatu yang seakan-akan baik.

Sebenarnya para penolak kebenaran mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Mereka sadar bahwa dalil mereka begitu lemah dan dalil para nabi sangat kuat. Sebagaimana Al-Qur’an menceritakan orang-orang yang menolak kebenaran dengan lisan padahal hati mereka meyakininya.

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya.”  (QS.An-Naml:14)

Karena itu ayat ini mengajarkan sebuah poin penting agar kita memilih segala sesuatu dengan dalil yang kuat. Jangan pernah melangkah dengan keraguan. Seperti kata-kata indah berikut ini,

نَحْنُ اَتْبَاعُ دَلِيْل حَيْثُمَا يَمِيْلُ نَمِيْل

“Kami hanyalah pengikut dalil kemana argumen itu mengarah maka disitulah kami mengarah.”

Semoga bermanfaat…

Komentar

LEAVE A REPLY